Kamis, 22 Desember 2011

Fokus Ekonomi Kita Tahun 2012


Menurut berbagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini bukan didorong oleh Sektor Produksi Barang yang berasal dari sektor Pertanian yang hanya tumbuh 2.9 persen, sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 3.5 persen dan Sektor Industri Pengolahan sebesar 4.5 persen hal ini timpang bila dibandingkan dengan Sektor Jasa selain Sektor Pengangkutan dan Komunikasi serta Perdagangan, Hotel dan Restoran serta Sektor Keuangan , Real Estate dan Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 5.7 persen dan Sektor Jasa Jasa yang bertumbuh sebesar 6.0 persen . Wajar jika kemudian kita temukan: petani, nelayan dan buruh masuk dalam kategori masyarakat miskin , dengan pertumbuhan ekonomi di kegiatan produksi kelompok ini hanya dibawah 5 persen, padahal populasi tenaga kerjanya sekitar 53 persen dari tenaga kerja secara keseluruhan  ( 41 persen dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, 12 persen dari sektor industri pengolahan). Hal yang sebaliknya terjadi pada sektor jasa yang bertumbuh diatas 5 persen saat ini hanya menyerap tenaga kerja sebesar 11.5 persen. Walaupun Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai Rp 6 422.9 Triliun, dengan fakta-fakta tersebut dapatlah diambil kesimpulan bahwa peningkatan PDB tidak dinikmati oleh masyarakat miskin dan pemerataan masih jauh dari harapan.
Fokus yang mesti dilakukan oleh pemerintah dalam membangun sinergitas ekonomi tahun 2012 adalah menggiatkan sector pertanian dan Industri untuk menyerap tenaga-tenaga di sector ini. Sebagai contoh adalah program perluasan lahan sawah yang telah dicanangkan bisa dipercepat. Arah pembangunan sector industry kita yang nyaris tak jelas harus menemukan jalan baru untuk tidak kehilangan momentum dan peluang. Pelarangan ekspor rotan mentah harus diikuti dengan politik Industri rotan yang menguntungkan bagi pengrajin dan juga pengiriman mineral dan tambang mentah harus segera diikuti dengan pembangunan Industri pengolahan menjadi bahan baku atau setengah jadi. Memang ini bukan pekerjaan ringan, karena pemerintah harus melakukan penyiapan infrastruktur di berbagai kebutuhan yang biayanya sangat besar. Mengacu pada Master Plan Percepatan Pembanguan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dapatlah dicermati apakah APBN tahun 2012 mengarah pada penopangan program tersebut atau masih begitu-begitu saja? Selanjutnya konsolidasi resource nasioanal; BUMN, BUMD, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta harus meletakkan kepentingan merah putih di atas kepentingannya masing-masing.
Mengambil inspirasi dari korea selatan yang diterjang krisis pada tahun 1998 dan kemudian bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia, Indonesia harus mampu menggerakkan seluruh SDM nya untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam merebut peluang yang ada. Budaya konsumtif, bermalas-malasan, korupsi di kalangan pegawai pemerintah dan pejabat Negara adalah hal-hal yang menakutkan dan penghambat kemajuan yang kita impikan. Kita sambut peluang ini dengan kerja besar bersama-sama…..a big job makes a man great, a good opportunity makes our county big.

Tidak ada komentar: