Menurut
berbagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini bukan didorong oleh
Sektor Produksi Barang yang berasal dari sektor Pertanian yang hanya tumbuh 2.9
persen, sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 3.5 persen dan Sektor Industri
Pengolahan sebesar 4.5 persen hal ini timpang bila dibandingkan dengan Sektor
Jasa selain Sektor Pengangkutan dan Komunikasi serta Perdagangan, Hotel dan
Restoran serta Sektor Keuangan , Real Estate dan Jasa Perusahaan tumbuh sebesar
5.7 persen dan Sektor Jasa Jasa yang bertumbuh sebesar 6.0 persen . Wajar jika
kemudian kita temukan: petani, nelayan dan buruh masuk dalam kategori
masyarakat miskin , dengan pertumbuhan ekonomi di kegiatan produksi kelompok
ini hanya dibawah 5 persen, padahal populasi tenaga kerjanya sekitar 53 persen
dari tenaga kerja secara keseluruhan (
41 persen dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, 12 persen dari
sektor industri pengolahan). Hal yang sebaliknya terjadi pada sektor jasa yang
bertumbuh diatas 5 persen saat ini hanya menyerap tenaga kerja sebesar 11.5
persen. Walaupun Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai Rp 6 422.9 Triliun,
dengan fakta-fakta tersebut dapatlah diambil kesimpulan bahwa peningkatan PDB
tidak dinikmati oleh masyarakat miskin dan pemerataan masih jauh dari harapan.
Fokus
yang mesti dilakukan oleh pemerintah dalam membangun sinergitas ekonomi tahun
2012 adalah menggiatkan sector pertanian dan Industri untuk menyerap
tenaga-tenaga di sector ini. Sebagai contoh adalah program perluasan lahan
sawah yang telah dicanangkan bisa dipercepat. Arah pembangunan sector industry kita
yang nyaris tak jelas harus menemukan jalan baru untuk tidak kehilangan momentum
dan peluang. Pelarangan ekspor rotan mentah harus diikuti dengan politik
Industri rotan yang menguntungkan bagi pengrajin dan juga pengiriman mineral
dan tambang mentah harus segera diikuti dengan pembangunan Industri pengolahan
menjadi bahan baku atau setengah jadi. Memang ini bukan pekerjaan ringan,
karena pemerintah harus melakukan penyiapan infrastruktur di berbagai kebutuhan
yang biayanya sangat besar. Mengacu pada Master Plan Percepatan Pembanguan
Ekonomi Indonesia (MP3EI), dapatlah dicermati apakah APBN tahun 2012 mengarah
pada penopangan program tersebut atau masih begitu-begitu saja? Selanjutnya
konsolidasi resource nasioanal; BUMN,
BUMD, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta harus meletakkan kepentingan
merah putih di atas kepentingannya masing-masing.
Mengambil
inspirasi dari korea selatan yang diterjang krisis pada tahun 1998 dan kemudian
bangkit sebagai kekuatan ekonomi baru di Asia, Indonesia harus mampu
menggerakkan seluruh SDM nya untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam
merebut peluang yang ada. Budaya konsumtif, bermalas-malasan, korupsi di
kalangan pegawai pemerintah dan pejabat Negara adalah hal-hal yang menakutkan
dan penghambat kemajuan yang kita impikan. Kita sambut peluang ini dengan kerja
besar bersama-sama…..a big job makes a man great, a good opportunity makes our
county big.